PROPOSAL
“Aktifitas Membaca Al qur’an sebelum Belajar Hubungannya dengan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
(Penelitian terhadap Peserta Didik kelas IV SDN 1 Linggasari)
A. Latar Belakang Masalah
Belajar secara umum memiliki arti, usaha yang dilakukan dengan tujuan terjadinya perubahan tingkah laku. Sutikno dalam Novi (2008:1) mendefinisikan belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Berdasarkan pendapat di atas maka hakikat belajar adalah perubahan yang terjadi pada diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas tertentu, perubahan yang terjadi sebagai hasil dari belajar adalah perubahan yang terjadi secara sadar dan mempunyai tujuan. Salah satu unsur yang terpenting dalam kegiatan belajar adalah adanya kesiapan peserta didik untuk belajar, kesiapan tersebut diartikan sebagai kesiapan peserta didik untuk melakukan perbuatan belajar dengan baik, baik kesiapan fisik dan psikis, kesiapan yang berupa kematangan untuk melakukan sesuatu, maupun penguasaan pengetahuan dan kecakapan-kecakapan yang mendasarinya.
Aktifitas belajar merupakan sesuatu yang harus terjadi pada manusia, baik pada masa sekarang, masa lampau ataupun masa yang akan datang, hal ini menunjukkan bahwa aktifitas belajar sangat penting bagi manusia.
Dalam agama Islam aktifitas belajar merupakan sesuatu yang wajib bagi laki-laki ataupun perempuan, mengingat betapa pentingnya aktifitas belajar ini sehingga wahyu yang pertama diturunkan Allah kepada Rasulullah SAW adalah berkenaan dengan aktifitas belajar seperti yang tersurat dalam surat Al Alaq ayat 1-5 :
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS. Al Alaq : 1-5)
Aktifitas peserta didik dalam belajar harus ditumbuhkan dan dikembangkan serta diarahkan menuju aktifitas yang positif. Dalam hal ini guru sebagai pembimbing harus mampu menciptakan suasana yang kondusif untuk menarik minat peserta didik dalam melakukan aktifitas belajar, sebagai contoh kongkrit guru harus terampil atau menumbuhkan minat peserta didik untuk memperhatikan materi pelajaran yang dijelaskan didepan kelas sehingga aktifitas peserta didik terjadi dengan baik, aktifitas belajar yang dilakukan peserta didik akan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan peserta didik dalam belajar.
Membaca Al Qur’an adalah kewajiban bagi setiap muslim baik laki-laki ataupun perempuan, Al Qur’an adalah pedoman hidup sejati seorang muslim yang sesungguhnya dalam Al Qur’an surat Al Baqoroh ayat 2 :
“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,”
Al Qur’an adalah titik tolak dari semua kebaikan sehingga pemahaman terhadapnya adalah suatu keharusan bagi setiap muslim yang menginginkan petunjuk dalam menjalani hidup dan kehidupan yang lebih baik dan hal tersebut ditegaskan dalam ayat tersebut di atas dimana tidak ada sedikitpun keraguan dalam Al Qur’an sebagai petunjuk bagi mereka yang bertakwa.
Selain itu kemampuan membaca Al Qur’an sangat penting dalam kaitannya dengan ibadah yang dilaksanakan seorang muslim baik ibadah wajib maupun sunat terutama ibadah paling penting umat Islam shalat. Bahkan dalam HR. Bukhari, Rasulullah bersabda : “Sebaik-baik orang diantara kamu adalah yang mau mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain”. Hal tersebut semakin menekankan arti penting membaca Al Qur’an bagi setiap muslim begitu pula mengajarkannya sebagai upaya mengamalkan, menjaga dan melestarikan Al Qur’an dalam kehidupan manusia.
Seperti telah banyak ilmuwan baik muslim ataupun kalangan orientalis yang objektif serta tentunya para ulama, mereka mengungkapkan bahwa amat sangat banyak keutamaan-keutamaan membaca Al Qur’an baik secara dihafal ataupun dibaca mushafnya bagi pribadi pembaca, baik itu manfaat yang dirasakan secara langsung seperti pengetahuan ataupun hikmah yang ditangkap dari ayat-ayat Allah dalam Al Qur’an yang relevan dengan segala problematika kehidupan manusia, ataupun manfaat yang kadang sulit untuk dijelaskan secara kaidah keilmuan konvesional, dimana Al Qur’an dapat menjadikan seseorang menjadi pribadi yang menakjubkan.
Berkenaan dengan hal tersebut dalam observasi pendahuluan yang dilakukan terhadap peserta didik kelas IV SDN 1 Linggasari yang melakukan kegiatan membaca Al Qur’an sebelum kegiatan belajar ada suatu fenomena menarik dimana peserta didik yang kelasnya rutin melakukan membaca Al Qur’an sebelum melakukan aktifitas belajar seperti biasa, cenderung lebih berprestasi pada bidang studi Pendidikan Agama Islam dari pada peserta didik yang kelasnya tidak ataupun tidak secara rutin setiap hari melakukan aktifitas membaca Al Qur’an. Berdasarkan gambaran tersebut timbul asumsi bahwa aktifitas membaca al Qur’an sebelum kegiatan belajar mengajar peserta didik yang berjalan baik menyebabkan pada tingginya prestasi peserta didik pada bidang studi agama Islam.
Berdasarkan hasil temuan tersebut, saya tertarik untuk mengungkapkan masalah di atas dengan melakukan sebuah penelitian tentang :
“Aktifitas Membaca Al qur’an sebelum Belajar Hubungannya dengan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam (Penelitian terhadap Peserta Didik kelas IV SDN 1 Linggasari)
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, penulis merumuskan masalahnya sebagai berikut :
1. Bagaimana aktifitas membaca Al Qur’an sebelum belajar peserta didik kelas IV SDN 1 Linggasari Kecamatan Ciamis?
2. Bagaimana prestasi belajar Pendidikan Agama Islam peserta didik kelas IV SDN 1 Linggasari?
3. Bagaimana hubungan antara aktifitas mmebaca Al Qur’an dengan preestasi belajar PAI peserta didik kelas IV SDN 1 Linggasari?
C. Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian
1. Penelitian ini bertujuan untuk :
a. Untuk mengetahui aktifitas membaca Al Qur’an sebelum belajar di kelas IV SDN 1 Linggasari.
b. Untuk mengetahui prestasi belajar pada pelajaran pendidikan agama Islam di kelas IV SDN 1 Linggasari
c. Untuk mengetahui hubungan aktifitas membaca Al Qur’an sebelum belajar dengan prestasi belajar pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SDN 1 Linggasari.
2. Kegunaan penelitian
a. Kegunaan teoritik, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya teori-teori pendidikan khususnya dalam bidang pendidikan agama Islam.
b. Kegunaan praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan khususnya bagi SDN 1 Linggasari dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan yang diberikan.
c. Memberikan bekal dam manfaat bagi penulis dan diharapkan dapat menambah bahan kajian pengembangan penelitian yang lebih luas dan mendalam dimasa yang akan datang.
D. Kerangka Pemikiran
Belajar tidak terbatas dalam kegiatan saja, akan tetapi diwujudkan dengan keberhasilan atau prestasi sebagai tujuan dari pendidikan secara optimal. Maksudnya adalah produk tingkah laku peserta didik yang dikehendaki agar benar-benar terwujud sehingga prestasi dapat diwujudkan dalam tiga aspek yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangar fundamental dalam setiap penyelenggaraan pendidikan, yang meliputi berbagai aspek kehidupan baik penambahan ilmu pengetahuan, keterampilan maupun perubahan sikap dan tingkah laku, ini berarti bahwa berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan itu tergantung pada proses belajar yang dialami peserta didik.
Menurut perspektif Sardiman dalam Herawati (2008:7), bahwa belajar merupakan proses perubahan tingkah laku, yang juga dinamakan melakukan aktifitas, tidak ada belajar kalau tidak ada aktifitas. Untuk mengetahui aktiftas tersebut pengangkatan data akan diungkap melalui indikator aktifitas menurut Paul B. Diedrick dalam Herawati (2008) sebagai berikut :
1. Visual activities
2. Oral activities
3. Listening activities
4. Writing activities
5. Drawing activities
6. Motor activities
7. Mental activities
8. Emotional activities
Jenis aktifitas tersebut merupakan indikator aktifitas yang berkaitan dengan proses belajar dari yang disebutkan di atas indikator yang dianggap berkaitan dengan membaca Al Qur’an yaitu :
1. Visual activities
2. Oral activities
3. Listening activities
4. Motor activities
5. Mental activities
Sebagaimana telah diungkapkan bahwa aktifitas merupakan faktor yang penting dalam belajar. Ada fakta bahwa membaca Al Qur’an rutin sebelum kegiatan belajar yang dilakukan kelas tertentu ternyata bersamaan dengan tingginya prestasi belajar mereka dalam pendidikan agama Islam dibandingkan dengan kelas yang tidak membaca Al Qur’an. Sehingga terdapat asumsi bahwa intensitas semua aktifitas membaca Al Qur’an menyebabkan tingginya prestasi belajar peserta didik pada bidang studi pendidikan Islam, pembahasan mengenai prestasi belajar akan dikaji dalam beberapa pendapat menurut Peter Salim (1991:86) bahwa prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan keterampilan terhadap mata pelajaran yang dibuktikan melalui tes. Sejalan dengan pendapat di atas Abin Syamsudin Makmun (1981-86) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah kecakapan yang dapat didemonstrasikan dan dapat diujikan sekarang juga. Karena merupakan hasil belajar yang bersangkutan dengan cara, bahan dan hal tertentu yang telah dipelajarinya dan manifestasinya dapat didekteksi dam term-term pengetahuan kognitif, keterampilan/psikomotor dan sikap dengan menggunakan alat ukur (instrument of measuremnet test).
Berdasarkan wacana di atas menjelaskan bahwa prestasi adalah suatu predikat yang diberikan pada kemampuan tertentu yang diperoleh melalui proses, atau kegiatan yang mengakibatkan adanya perubahan pada diri individu dari keberhasilan pelajarannya.
Penelitian ini akan membahas dua variabel yaitu tentang aktifitas membaca Al Qur’an sebelum belajar dan hubungannya dengan prestasi belajar PAI. Variabel X yaitu aktifitas membaca Al Qur’an sebelum belajar, akan diteliti dengan melihat indikator aktifitas diantaranya adalah aspek mendengarkan, melihat, membaca, mengingat, berfikir, latihan dan praktek. Variabel Y yaitu prestasi belajar PAI akan diteliti dengan melihat indikator prestasi belajar PAI di sekolah, diantaranya adalah nilai ulangan harian, nilai tugas, nilai ujian tengah semester, nilai praktek dan nilai ujian semester.
Berdasarkan pemikiran diatas maka kerangka logis mengenai hubungan aktifitas membaca Al Qur’an sebelum belajar dengan prestasi pendidikan agama Islam.
E. Hipotesis
Penelitian yang akan dilakukan memiliki 2 variabel yang akan diteliti, yaitu aktifitas membaca Al Qur’an sebagai variabel X dan prestasi peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam sebagai variabel Y.
Berdasarkan asumsi yang telah dikemukakan maka hipotesis dalam penelitian ini adalah Aktifitas Membaca Al Qur’an sebelum belajar memperngaruhi prestasi belajar pendidikan agama Islam. Jika aktifitas membaca Al Qur’an berjalan baik maka prestasi belajar pada mata pelajaran pendidikan agama Islam akan semakin baik.
Rumusan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah :
Ha = rxy = 0 ( ada hubungan antara aktifitas membaca Al Qur’an dengan prestasi belajar PAI)
Ho=rxy ≠ 0 (tidak ada hubungan antara aktifitas membaca Al Qur’an dengan prestasi belajar PAI).
F. Langkah Penelitian
Langkah-langkah penelitian ini akan menempuh prosedur yang meliputi jenis data, sumber data, metode dan teknik pengumpulan data dan analisis data :
1. Menentukan Jenis Data
Jenis data ini meliputi data kuantitatif yaitundata mengenai variabel X yaitu mengenai tentang aktifitas membaca Al Qur’an sebelum belajar, sebagai variabel yang diselidiki pengaruhnya dan variabel Y yaitu mengenai prestasi belajar pendidikan agama Islam yang diperkirakan timbul dalam hubungan fungsional. Data kualitatif diperoleh dari hasil penyebaran angket dan data kuantitatif adalah sebagai data yang dikuantitatifkan yang diperleh dari hasil menyalin dokumen. Sejalan dengan permasalahan yang akan diteliti dengan Analisis Statistik Korelatif yang dimaksud untuk menjawab dugaan sementara yang diajukan.
2. Menentukan Sumber Data
Penentuan sumber data ini berhubungan erat dengan langkah langkah sebagai berikut :
a. Menentukan lokasi penelitian
Penelitian ini dilakukan dikelas IV SDN 1 Linggasari Kecamatan Ciamis, lokasi ini dipilih sebagai tempat penelitian karena disini penulis menemukan fenomena yang diangkat dalam penelitian ini.
b. Menentukan populasi dan sampel
Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu jelas dan lengkap. Yang akan diteliti dalam populasi tersebut unit-unit analisis atau elemen populasi analisis dapat berupa orang, perusahaan, media dan sebagainya (Yaya Suryana dan Tedi Priatna, 2008:145).
Berdasarkan uraian di atas maka yang akan dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan peserta didik kelas IV SDN 1 Linggasari yang berjumlah 40 orang.
Penelitian ini diambil semua sampelnya dari keseluruhan siswa kelas IV SDN 1 Linggasari karena jumlah populasinya kurang dari 100 orang, mengacu kepada pendapat Suharsimi Arikunto.
Jumlah populasi dan sampel peserta didik kelas IV SDN 1 Linggasari Kecamatan Ciamis.
No Kelas Populasi Sampel
L P Jumlah L P Jumlah
1 IV 19 21 40 19 21 40
Jumlah 19 21 40 19 21 40
3. Metode Penelitian
a. Jenis Metode
Metode yang dipergunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif, yaitu suatu metode yang tidak terbatas pada pengumpulan data dan penyusunan data aktual, yang meliputi analisis dan penafsiran terhadap arti data itu, pada taraf terakhir, metode deskritif ini sampai pada kesimpulan-kesimpulan yang didasarkan atas penulisan data.
b. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan dilakukan studi kepustakaan dan studi lapangan. Studi kepustakaan untuk mengumpulkan data teoritik berdasarkan pendalaman terhadap literatur yang mendasari upaya pemecahan masalah yang dihadapi sedangkan studi lapangan dilakukan untuk mengumpulkan data emperik mengenai pokok masalah yang sedang diteliti dalam prakteknya studi lapangan ini melakukan teknik angket dan menyalin dokumen dengan perincian sebagai berikut :
a) Angket
Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket pilihan tertutup dengan model angketnya berbentuk pilihan ganda dengan alternatif jawaban lima pilihan. Angket ini berisi daftar pertanyaan yang mengacu pada indikator X untuk menskor atau menilai tiap item diajukan rentang jawaban dari yang tertinggi sampai yang terendah yang disusun ke dalam lima pilihan. Responden yang memilih jawaban a nilainya = 5, b=4, c=3, d=2, e=1 untuk item positif. Untuk item netaif adalah sebaliknya yaitu a=1, b=2, c.=3, d=4, dan e =5.
b) Menyalin dokumen
Menyalin dokumen ini diambil dari nilai akhir yang meliputi, nilai ulangan harian, nilai tugas, nilai ujian tengah semester, nilai praktek, nilai ujian semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010
c) Observasi
Observasi digunakan untuk memperoleh gambaran lokasi penelitian dan pengamatan secara langsung kegiatan yang dilakukan peserta didik.
d) Wawancara
Wawancara digunakan untuk menggali informasi secara lisan dari peserta didik berkenaan dengan aktifitas mereka membaca Al Qur’an di sekolah.
4. Menentukan Analisis Data
Masalah yang akan diteliti disini menyangkut dua variabel besar, maka prosesnya akan dilakukan dengan dua pendekatan yakni pendekatan parsial dan korelasioner. Sistematika penganalisaan data dari kedua pendekatan tersebut secara rinci dapat dipahami sebagai berikut :
a. Analisis Parsial
Analisis parsial, analisis ini dilakukan terhadap variabel X dan variabel Y mendasarkan analisis ini pada langkah langkah berikut ini:
1. Mencari rata-rata variabel dengan langkah langkah :
a. Menghitung jumlah skor yang diperoleh dari tiap tiap jawaban item dan mengelompokan sesuai yang diperoleh dari responden.
b. Menjumlahkan seluruh jawaban item dalam tiap-tiap indikator kemudian membaginya dengan banyak responden.
c. Menghitung jumlah skor indikator dan membaginya dengan jumlah seluruh item serta sebanyak banyaknya responden.
d. Secara sistematis dapat dirumuskan dengan P:Q:R=S
Keterangan :
P = jumlah skor item
Q= banyaknya item
R= banyak responden
S= rata-rata skor
Analisis ini dilakukan terhadap variabel X dan variabel Y. Penulis mendasarkan analisis ini pada langkah-langkah berikut ini :
Untuk variabel X dengan
Apabila di interprestasikan ke dalam norma absolut adalah sebagai berikut :
Antara 0,5-1,5 = sangat rendah
Antara 1,5-2,5 = rendah
Antara21,5-3,5 = cukup
Antara 1,5-2,5 = tinggi
Antara 1,5-2,5 = sangat tinggi
2. Uji Normalitas tiap variabel, meliputi :
a. Menentukan rentang skor ® dengan rumus
R=(H-L) + 1 (sudjana, 2005:47)
b. Menentukan banyaknya kelas interval (K) dengan rumus :
K= 1+3,3 Log N (sudjana, 2005:47)
c. Menetukan panjang interval (P) dengan rumus :
P= R:K (sudjana, 2005:47)
d. Membuat daftar tabel distribusi frekuensi
e. Mencarai rata-rata (X) dengan rumus :
( (Yoesoep Adnan, 1995:66)
f. Mencari nilai modus (MD) dengan rumus :
Md = LL + (Hasan Gaos, 1998:85)
g. Mencari nilai modus (Mo) dengan rumus :
Mo = 3.Md-2M (Yoesoep Adnan, 1995:66)
h. Mencari standar deviasi (S2) dengan rumus :
S2 = (Yoesoep Adnan, 1995:66)
i. Membuat tabel distribusi obsrvasi dan ekspetaksi
j. Menentukan chi kuadrat (X2) dengan rumus :
X2= (Sudjana, 2005:95)
k. Menentukan derajat kebebasan (db) dengan rumus:
Db=k.3
l. Menentukan chi kuadrat dengan taraf signifikan 0,95%
m. Menentukan normalis distribusi dengan kriteria, data diasumsikan normal jika chi kuadrat hasil perhitungan lebih kecil dari chi kuadrat data (tabel)
3. Penafsiran variabel X dan variabel Y
a) Penafsiran variable X
Klasifikasi katagori variable X dengan menafsirkan tendensi sentral dan dibagi oleh jumlah item berdasarkan pada skala lima absolute, yaitu :
Rumus : tendensi sentral
Antara 0,5 – 1,5 sangat rendah
Antara 1,5 – 2,5 rendah
Antara 2,5 – 3,5 cukup
Antara 3,5 – 4,5 tinggi
Antara 4,5 – 5,5 sangat tinggi
Jika data tidak berdistribusikan normal maka perlu ditafsirkan ketiga tendensi sentral (Me, Md, Mo)
b) Penafsiran variable Y
Penafsiran data variable Y memakai rumus tendensi sentral (Me, Mo, Me) dikategorikan dengan skala 100 sebagai berikut :
80-100 istimewa
70-79 baik
60-69 cukup
50-59 kurang
0-49 gagal
b. Analisis korelasi
1. Menentukan persamaan regresi, dengan rumus persamaan regresi model linier yaitu: Y = a + bX
a =
b=
2. Menguji signifikansi linieritas regresi
a. Menghitung jumlah kuadrat regresi (JKa) dengan rumus :
b. Menghitung jumlah kuadrat regresi b terhadap a (JKb/a), dengan rumus:
c. Menghitung jumlah kuadrat residu (JKr) dengan rumus :
d. Menghitung jumlah kuadrat kekeliruan (JKkk) dengan rumus :
e. Menghitung jumlah kuadrat ketidakcocokan dengan rumus :
f. Menghitung derajat kebebasan kekeliruan :
dbkk = n-k
g. Menghitung derajat ketidakcocokan dengan rumus :
dbtc = k - 2
h. Menghitung rata-rata kuadrat kekeliruan :
RKkk = JKkk : dbkk
i. Menghitung rata-rata kuadrat ketidakcocokan :
RKtc = JKtc : dbtc
j. Menghitung F ketidakcocokan :
RKtc = JKtc : dbtc
k. Menghitung nilai F dari daftar dengan taraf signifikansi 5% dengan rumus :
l. Membandingkan dengan ftc dengan F table. Data tergolong memiliki regresi linier jika ftc lebih kecil dari F tabel pada taraf signifikansi 0,95%
3. Menghitung koefisien korelasi ( r ) dengan rumus:
4. Menguji signifikasi koefisien korelasi
5. Menghitung harga koefisien korelasi
6. Menghitung tinggi rendah
7. Interprestasi angka koefsien korelasi digunakan konversi sebagai berikut :
r= 0,800-0,100 = korelasi sangat tinggi
r= 0,600-0,800 = korelasi tinggi
r= 0,400-0600 = korelasi cukup
r= 0,200-0,400 = korelasi sedang
r= 0,0 00-0,200 = korelasi sangat sangat rendah
catatan, selain menggunakan perhitungan manual seperti rumus dan langkah – langkah di atas untuk kepnetingan kemudahan peneliti menggunakan komputerisasi SPSS 15.